Skip to content Skip to navigation

Perpustakaan di Era Digital

Didalam perubahan zaman atau yang sering dikenal dengan globalisasi, merupakan suatu hal yang tidak dapat terelakkan dan dihindari. Siap ataupun tidak, setiap manusia dan suatu lembaga harus dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada dan berani melakukan perubahan. Salah satu dampak yang dihasilkan dari globalisasi adalah perpustakaan.

Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang akan terus berevolusi dari masa ke masa, mulai dari era konvensional sampai terintegrasi dengan teknologi. Sebagai bagian dari dampak globalisasi yakni membuat satu sama lain saling terhubung dengan mudah dan cepat serta tidak adanya sekat yang memisahkan. Begitupun juga yang di alami oleh perpustakaan. Demi memberikan kenyamanan dan akses kemudahan mendapatkan informasi yang mudah dan cepat bagi pemustaka, maka idealnya perpustakaan dapat membuka diri dan menjalin kerjasama dengan perpustakaan di lain pihak agar dapat saling bertukar informasi serta mencapai tujuan yang diharapkan pemustaka secara efektif dan efisien.

Dalam melakukan kerjasama antar pihak perpustakaan tersebut, maka dibutuhkan suatu standar secara universal yang dapat diseragamkan oleh semua perpustakaan berkaitan dengan kebutuhan informasi pemustaka.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka organisasi Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan Indonesia (ISIPII) mengadakan seminar yakni International Seminar Libraries in the 21st Century : Encountering Digital Divide and Enhancing the Library Cooperation in the Digital Era. Seminar tersebut diselenggarakan pada 7 Desember 2015 pukul 08.00 s.d. 13.00 yang bertempat di Jakarta tepatnya di Auditorium Kemendikbud gedung A lantai 3 komplek Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat.

Seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) bersama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Dewan Perpustakaan Jakarta, Sagung Seto dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini bertujuan agar menemukan dan meningkatkan kerjasama perpustakaan di era digital. Selain itu, memberikan pemahaman mengenai standar dan kebijakan secara internasional berkaitan dengan kerjasama perpustakaan dan juga memberikan pemahaman mengenai perubahan budaya informasi masyarakat di era digital berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Dalam seminar ini juga membahas mengenai OCLC atau Online Computer Library Center yang merupakan suatu lembaga yang mendedikasikan organisasinya dalam pengembangan katalog online dan standardisasi pengatalogan secara internasional.

Narasumber yang dihadirkan pada seminar tersebut diantaranya Prof. Sulistyo Basuki, selaku Pembina ISIPII, Budiantoro, M.A., anggota Dewan Perpustakaan DKI Jakarta, Fery Irawan, sebagai Konsultan Manajemen, Andrew Wang, sebagai Vice President OCLC Asia Pacific, USA, Tsu En Sai, sebagai Executive Director, OCLC Asia Pacific, USA dan di moderatori oleh Harkrisyati Kamil, sebagai Pembina ISIPII.

Sebagai pembuka dari materi seminar, Prof. Sulistyo Basuki, selaku Pembina ISIPII memberikan pemaparan mengenai kerjasama perpustakaan di Indonesia dan strategi yang perlu dikembangkan berkaitan dengan kerjasama perpustakaan di era digital. Selanjutnya disusul oleh Budiantoro, M.A., anggota Dewan Perpustakaan DKI Jakarta yang memberikan pemaparan mengenai kondisi masyarakat di Jakarta berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemenuhan kebutuhan informasi serta upaya yang dilakukan Dewan Perpustakaan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat berkaitan dengan pemenuhan hak-hak masyarakat atas perpustakaan.

Berkaitan dengan manajemen yang ada di perpustakaan, Fery Irawan, selaku sebagai praktisi Konsultan Manajemen memberikan pengalamannya ketika mengikuti magang di OCLC selama 3 bulan. Kemudian beliau memberikan pandangan mengenai strategi yang diperlukan perpustakaan dalam menghadapi perubahan budaya masyarakat dari sudut pandang manajemen.

Andrew Wang, sebagai Vice President OCLC Asia Pacific, USA memberikan pemaparan mengenai gambaran dukungan OCLC dalam pengembangan ilmu perpustakaan. Selain itu, memberikan analisis deskriptif mengenai perkembangan budaya baca masyarakat negara-negara berkembang serta strategi masing-masing negara dalam mengembangkan peran perpustakaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan informasi.

Diakhiri pemaparan oleh Tsu En Sai, sebagai Executive Director, OCLC Asia Pacific, USA mengenai penyampaian secara deskriptif berbagai bentuk kerjasama perpustakaan di negara-negara maju serta permasalahan dan manfaat yang didapat melalui kerjasama perpustakaan. Serta menyampaikan gagasan mengenai strategi kerjsama perpustakaan di negara-negara berkembang yang sekiranya dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan kerjasama perpustakaan di Indonesia.

Agar semua audiens dapat memahami seluruh rangkaian materi seminar, di akhir acara diadakan sesi diskusi dan tanya jawab secara terbuka kepada narasumber yang sesuai dengan pertanyaan para audiens dan ditutup dengan ramah tamah oleh panitia.

Harapan oleh semua pihak yakni perpustakaan akan terus berkembang dan modern di era digital seperti saat ini. Serta menjadi tempat yang paling tepat dan nyaman bagi pemustaka dalam menelusur atau menemukan informasi. (Riska Meidiana)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.