Skip to content Skip to navigation

Perpustakaan Tidak Akan Punah

Saat ini beberapa kalangan mulai meragukan keberlangsungan atau relevansi sebuah perpustakaan di dunia yang serba digital sekarang ini. Namun menurut Putu Laxman Pendit perpustakaan tidak akan hilang atau punah. "Perpustakaan itu tidak akan punah, apalagi dengan segera", katanya saat memberikan pengantar diskusi yang disampaikan melalui video pada acara bedah buku yang ditulisnya yang berjudul "Pustaka: Tradisi dan Kesinambungan" di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (12/09/2019). Buku ini merupakan buku terbaru yang diterbitkan oleh Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII).
 
Selanjutnya Putu menjelaskan bahwa pada saat tertentu memang ada perubahan dalam konsep atau praktik yang berkaitan dengan perpustakaan. Namun sampai saat ini tidak pernah ada bukti perubahan tersebut yang akan menghentikan atau menghilangkan sama sekali perpustakaan dari muka bumi.
 
Banyak usaha yang secara fisik mencoba untuk menghancurkan sebuah perpustakaan atau koleksi perpustakaan, terutama saat keadaan perang. Namun penghancuran tersebut hanya bertujuan untuk menggantinya dengan perpustakaan yang sesuai dengan keinginan pihak pemenang perang.
 
Putu yang juga dosen Royal Melbourne Information Technology (RMIT) University Australia, mengatakan perpustakaan adalah sebuah tradisi yang masih berlangsung. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa tradisi tersebut akan berhenti atau berakhir. Oleh karena itu buku "Pustaka: Tradisi dan Kesinambungan" tersebut ditulis dengan pendekatan sejarah agar dapat membuktikan kesinambungan tradisi pustaka atau perpustakaan memang ada sejak dulu sampai sekarang.
 
Sementara itu Ahmad Subhan menjelaskan bagaimana runtutan pemikiran dan gagasan Putu Laxman Pendit. Subhan, yang menyebut dirinya pustakawan partikelir, mendapatkan bahwa Putu sudah mendalami persoalan fundamental Ilmu Perpustakaan dan Informasi sejak tahun 1992. Oleh karena itu menurutnya Putu Laxman Pendit adalah seorang fondasionalis bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia.
 
"Jika Bu Murtini Pendit yang memetakan, lalu Pak Sulistyo-Basuki yang membuka lahan, kemudian Pak Putu lah yang membangun fondasinya," kata Subhan menganalogikan tentang tokoh-tokoh yang mengembangkan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia.
 
Pembicara selanjutnya Purwanto Putra mengatakan bahwa buku "Pustaka" tersebut merupakan sebuah oase bagi dunia Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia. Menurut Dosen Universitas Lampung ini, sebelum buku ini, hanya ada buku "Pengantar Ilmu Perpustakaan" karya Sulistyo-Basuki yang secara kekayaan isi dan rentang waktunya dapat dikatakan sebanding.
 
"Pengantar Ilmu Perpustakaan kan sangat kaya denga unsur sejarahnya, mulai dari tablet, papirus, dan itu muncul lagi. Jadi (buku) ini menjadi semacam oase untuk memperkuat ilmu ini." kata dia.
 
Bahan diskusi dan video pengantar dari Putu Laxman Pendit dapat diunduh di s.id/materi_pustaka. Sedangkan buku dapat di beli di sini.

 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.